HIDUP DALAM KEMULIAAN, DAN MATI SYAHID-DIJALANNYA

Penantian Hafshah

Jumat, 10 Mei 2013 | 0 komentar

Hafshah binti Umar Bin Khattab adalah putri seorang
laki-laki-laki-laki yang terbaik dan mengetahui hak-hak Allah SWT
dan kaum muslimin, Umar Bin Khattab r.a. Sayyidah Hafshah r.a
dibesarkan dengan mewarisi sifat ayahnya, Umar bin Khattab. Dalam
soal keberanian, dia berbeda dengan wanita lain. Kepribadiannya kuat
dan ucapannya tegas. Aisyah melukiskan bahwa sifat Hafshah sama
dengan ayahnya. Kelebihan lain yang dimiliki Hafshah adalah
kepandaiannya dalam membaca dan menulis, padahal ketika itu
kemampuan tersebut belum lazim dimiliki oleh kaum perempuan.
Pernikahan Rasulullah SAW dengan Hafshah merupakan bukti cinta kasih
beliau kepada mukminah yang telah menjanda setelah ditinggalkan
suaminya, Khunais bin Hudzafah as-Sahami, yang berjihad di jalan
Allah SWT , pernah berhijrah ke Habasyah, kemudian ke Madinah, dan
gugur dalam Perang Badar.
Umar sangat sedih karena anaknya telah menjadi janda pada usia yang
sangat muda, sehingga dalam hatinya terbersit niat untuk menikahkan
Hafshah dengan seorang muslim yang sholeh agar hatinya kembali
tenang. Untuk itu dia pergi kerumah Abu Bakar dan meminta
kesediaannya untuk menikahi putrinya. Akan tetapi Abu Bakar diam,
tidak menjawab sedikitpun. Kemudian Umar menemui Utsman bin Affan
dan meminta kesediaannya untuk menikahi putrinya. Akan tetapi pada
saat itu, Utsman masih berada dalam kesedihan karena istrinya
Ruqayah binti Muhammad, baru meninggal. Utsman pun menolak
permintaan Umar. Menghadapi sikap dua sahabatnya, Umar sangat
kecewa. Kemudian dia menemui Rasulullah SAW dengan maksud mengadukan
sikap kedua sahabatnya itu. Mendengar penuturan Umar, Rasulullah SAW
bersabda, " Hafshah akan menikah dengan seseorang yang lebih baik
daripada Utsman dan Abu Bakar. Utsman pun akan menikah dengan
seseorang yang lebih baik daripada Hafshah." Disinilah Umar
mengetahui bahwa Rasulullah SAW yang akan meminang putrinya.
Umar merasa sangat terhormat mendengar niat Rasulullah SAW untuk
menikahi putrinya, dan kegembiraan tampak pada wajahnya. Umar
langsung menemui Abu Bakar untuk mengutarakan maksud Rasulullah SAW.
Abu Bakar berkata, " Aku tidak bermaksud menolakmu dengan ucapanku
tadi, karena aku tahu bahwa Rasulullah SAW telah menyebut-nyebut
nama Hafshah, namun aku tidak mungkin menyebut rahasia beliau
kepadamu. Seandainya Rasulullah SAW membiarkannya tentu akulah yang
akan menikahi Hafshah." Umar baru saja memahami mengapa Abu Bakar
menolak putrinya. Sedangkan sikap Utsman hanya karena sedih atas
meninggalnya Ruqayah dan dia bermaksud mempersunting saudaranya,
Ummu Kultsum, sehingga nasabnya dapat terus bersambung dengan
Rasulullah SAW. Setelah Utsman menikah dengan Ummu Kultsum, dia
dijuluki dzunnuraini ( pemilik dua cahaya ).
Di rumah Rasulullah SAW, Hafshah menempati kamar khusus, sama dengan
Saudah dan Aisyah. Secara manusiawi Aisyah sangat mencemburui
Hafshah karena mereka sebaya. Lain halnya dengan Saudah binti Zum`ah
yang menganggap Hafshah sebagai wanita mulia putri Umar bin Khattab,
sahabat Rasulullah SAW yang terhormat.
Umar berpesan kepada putrinya agar berusaha dekat dengan Aisyah dan
mencintainya, karena Umar mengetahui bahwa kedudukan Aisyah sangat
tinggi dihati Rasulullah SAW juga yang ridha terhadap Aisyah berarti
ridha terhadap Rasulullah SAW. Selain itu Umar juga mengingatkan
Hafshah agar menjaga tindak tanduknya sehingga diantara mereka
berdua tidak terjadi perselisihan. Akan tetapi memang sangat
manusiawi jika diantara mereka tetap saja terjadi kesalahpahaman
yang bersumber dari perasaan cemburu. Salah satu contohnya adalah
kejadian ketika Hafshah melihat Mariyah al-Qibtiyah datang menemui
Nabi SAW dalam suatu urusan. Mariyah berada jauh dari masjid, dan
Rasulullah SAW menyuruhnya masuk kedalam rumah Hafshah yang ketika
itu sedang pergi kerumah ayahnya, dia melihat tabir kamar tidurnya
tertutup, sementara Rasulullah SAW dan Mariyah berada didalamnya.
Melihat kejadian itu amarah Hafshah meledak, Hafshah menangis penuh
amarah. Rasulullah SAW berusaha membujuk dan meredakan amarah
Hafshah, bahkan beliau bersumpah mengharamkan Mariyah baginya kalau
Mariyah tidak meminta maaf pada Hafshah, dan Nabi SAW meminta agar
Hafshah merahasiakan kejadian tersebut.
Merupakan hal yang wajar jika istri-istri Rasulullah SAW merasa
cemburu terhadap Mariyah, karena dialah satu-satunya wanita yang
melahirkan putra Rasulullah SAW setelah Siti Khadijah r.a. Kejadian
itu segera menyebar, padahal Rasulullah SAW telah memerintahkan
untuk menutupi rahasia tersebut. Berita itu akhirnya diketahui
Rasulullah SAW sehingga beliau sangat marah, Rasulullah SAW
bermaksud menceraikan Hafshah, tetapi Jibril mendatangi beliau
dengan maksud memerintahkan beliau untuk mempertahankan Hafshah
sebagai istrinya karena dia adalah wanita yang berpendirian teguh.
Rasulullah SAW pun mempertahankan Hafshah sebagai istrinya, terlebih
karena Hafshah sangat menyesali perbuatannya dengan membuka rahasia
dan memurkakan Rasulullah SAW.Umar bin Khattab mengingatkan kembali
putrinya agar tidak lagi membangkitkan amarah Rasulullah SAW dan
senantiasa mentaati dan mencari keridhaan beliau. Hafshah
memperbanyak ibadah terutama puasa dan sholat malam. Kebiasaan itu
terus berlanjut hingga Rasulullah SAW wafat.
Karya besar Hafshah bagi Islam adalah terkumpulnya Al Qur`an
ditangannya setelah mengalami penghapusan. Dialah istri Nabi SAW
yang pertama kali menyimpan Al Qur`an dalam bentuk tulisan pada
kulit, tulang, dan pelepah kurma, hingga kemudian menjadi sebuah
Kitab yang sangat agung. Mushaf asli Al Qur`an itu berada dirumah
Hafshah hingga dia meninggal.
Tentang wafatnya Hafshah, sebagian riwayat mengatakan bahwa Sayyidah
Hafshah wafat pada tahun ke-47 pada masa pemerintahan Mu`awiyah bin
Abu Sufyan. Dia dikuburkan di Baqi`, bersebelahan dengan
kuburan-kuburan istri-istri Nabi SAW yang lain.

*Amru Yusuf/ Istri Rasulullah, contoh dan teladan.

Share this article :
0 Komentar di Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda
 
Support : Creating Website Copyright © 2011. DAAR AL-ARQOM - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger